Apakah karena
aku Prematur?
Banyak orang yang mengenalku
sejak lahir tak menyangka kalau aku telah tumbuh dewasa seperti saat ini,
begitu juga kata dokter meragukan apakah aku akan bertahan kedepannya,“sepertinya anak Ibu kemungkinan hidupnya tak akan bertahan lama”, kata dokter
saat Ibu menanyakan keaaanku.
Kenapa..?,
Apakah karena aku lahir secara prematur,
apakah karena keadaanku lemah sehingga kata-kata mudah diucapkan,
bukankah itu sangat menyakitkan perasaan Ibu?. Namun selalu Ibu berusaha tegar
demi ananda, buah hatinya.
Sejak
dilahirkan ukuran dan berat badanku tak seperti bayi normalnya begitu cerita
Ibu kepadaku, aku diletakkan dalam kotak pemanas dan bersama selang susu asi
dimasukan lewat lubang hidungku oleh dokter agar kesehatanku optimal
Karena
tak punya biaya ibu membawaku pulang dari rumah sakit yang telah merawatku
selama 2 minggu meski awalnya dokter tidak mengizinkan karena kondisiku masih
lemah dan belum membaik, tapi bagaimana lagi? Ibu terpaksa harus membawaku
pulang kerumah secara diam-diam.
Karena ketegaran dan kelembutan kasih Ibu
Hari
demi hari air mata ibu selalu setia menemani tidur lelapku sembari
menatap sendu berharap aku selalu ada untuk selama-lamanya, Dibenak ibu hanyalah ketakutan , ketakutan akan keberadaanku, suaraku dan ketakutan ibu akan kehilanganku sebagai anak pertamanya.
menatap sendu berharap aku selalu ada untuk selama-lamanya, Dibenak ibu hanyalah ketakutan , ketakutan akan keberadaanku, suaraku dan ketakutan ibu akan kehilanganku sebagai anak pertamanya.
Setiap
hari, setiap sholat , setiap malam Ibu tidak lupa berdoà berharap diberi
kesempatan agar hidupku lebih lama, ternyata tuhan mendengar do`a ibu, Aku tumbuh seperti selayaknya bagaimana manusia lainya berkat KebesaranNya.
Waktupun
berlalu cepat aku pun tumbuh dibawah asuhan kelembutan tangan Ibu yang
senantiasa tulus merawatku tanpa keluh kesah, “Tuhan
Tidak akan mengubah nasib kita kecuali kita itu mau berusaha berdoà kepadaNya“
Kelainan pendengaran
Seperti
biasa, seumur bayi yang bisa merangkak, aku masih belum bisa merangkak karena
perkembanganku sangat lambat dibandingkan anak-anak seusiaku, kalau ingin
mengambil sesuatu tinggal menggunakan cara lain berguling berputar-putar sampai
berhasil meraih sesuatu.
Setelah usiaku setahun lebih ibu dan ayah
heran kenapa aku tidak ada respon ketika ayah dan ibu memainkan mainan
berbunyi.. kemudian ayah dan ibu membawaku kerumah sakit, sampai dirumah sakit aku diperiksa. Lalu apa kata dokter?
Bagai
disambar petir disiang bolong, rupanya kata-kata dokter membuat ayah dan ibu
shock. Dokter mengatakan bahwa aku mempunyai kelainan pendengaran. Nasib malang
tak dapat dicegah lagi, ayah dan ibu sangat sedih.
Berlatih bericara
Dari
hari kehari waktu berlalu dengan ketabahan ibu selalu mengajariku bagaimana
berbicara dengan benar. umurku waktu itu masih 3 tahun ibu membawaku
kemana-mana dan mengenalkan benda-benda disekitarku.
Aku
melatih gerak mulutku dengan memperhatikan mulut ibu.. “nak , Itu ru-mah. Itu mo-bil dan mo-tor...“
Bagi
Ibu Usaha adalah nomor satu , ternyata usaha ibu tidak sia-sia dan aku sudah
bisa mengerakan bibirku dengan bahasa yang mudah dipahami.
Raut bahagiaku sejak masuk sekolah
Hari
semakin berlalu dan Usiaku semakin bertambah dan aku mulai memasuki taman kanak-kanak,
kemudian masuk SD umum, “bu, aku suka sekolah“ Ayah dan Ibu sangat senang
melihatku begitu bahagia
Selama
dikelas satu aku selalu rajin belajar dan belajar membaca iqra, Alhamdulillah akhirnya
aku naik dikelas 2 SD dengan rafor
rata-rata 7, Ayah dan Ibu sangat bangga atas hasil yang ku capai selama ini.
Anakku, apa yang ada padamu itu adalah anugerah.
Entah
darimana aku mulai mengetahui kekuranganku, setahuku dari ejekkan teman-temanku.
“Dilla Tuli... Dilla tuli... Dilla tuli...hahahahaha“ Ejek temanku setiap jam
istirahat sekolah..
Semangat
yang telah lama tertanam dihati kemudian pupus hilang ditelan badai pilu
membuat diriku merasa paling terpukul... tak lagi terdengar tawa dan omelan
dari mulutku.. sampai dirumah ku berlari ke pelukan ibu.
“Ibu..
kenapa teman-temanku mengejekku ibu, Apakah aku benar-benar tidak bisa
mendengar ibu“
Kataku
lirih meratapi diriku sambil memegang kedua telingaku.
Ibu
shcok dan tidak menyangka ketika mendengar kata-kata aku barusan. air mata ibu jatuh dan mulai memelukku. dalam kesedihan Ibu
aku menyadarinya bahwa aku sudah membuat Ibu sedih padahal aku tidak ingin Ibu
bersedih sekalipun tapi aku tidak peduli, aku benar-benar sedih.
“Ibu...
kenapa aku bisa begini sedangkan teman-teman aku bisa mendengar,bu?.“ isakku
menahan luka
Ibu
berkata lagi “anakku.. semua apa yang kamu miliki itu adalah pemberian tuhan. kamu
itu cantik nak, tidak ada manusia yang
sempurna. kamu lihat di tevi ada orang gak punya tangan dan kaki, sedangkan
kamu punya tangan dan kaki, bershukurlah nak, semua itu anugerah pemberian
Allah.” kata ibu sambil menitik air mata
satu persatu.
“Ibu...
apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi kekuranganku? Aku diejek bu?,“
“Anak
ku... bersabarlah dan menerima dengan lapang dada.. berdo`a dan rajin shalat semoga allah mnyembuhkan
penyakitmu..”
“Ya
ibu...“
Aku
merasa sedih dengan kondisi aku dan sekolahku nantinya, ejekan dari teman terus berlanjut tiada
henti-hentinya menjadikan aku merasa rendah diri, aku hanya bisa menangis dan selalu menangi didalam kelas, Aku tak punya teman yang bisa aku ajak melupakan kesedihanku..
aku hanya bisa mengadu kepada Yang diatas.
Berobat ke Jakarta
Menjelang
ujian kenaikan kelas aku di terbangkan ke Jakarta ketempat tanteku untuk perawatan
telingaku.. setelah berapa bulan berobat
diRs terkenal itu tidak membuahkan hasil bagi aku terpaksa aku mengunakan alat
bantu dengar yang di beli di jakarta, setelah itu aku balik pulang kampung di
Bukittinggi karena kangen sama ayah dan ibu kemudian aku melanjutkan sekolah.
Sebuah perjuangan
Setelah
balik dari Jakarta aku mulai masuk sekolah, rupanya jauh dari yang aku duga,
guru sekolahku mengatakan bahwa aku
tidak bisa sekolah lagi disini dan menyuruhku pindah di sekolah lain dan juga
menyarankan sekolah di sekolah luar biasa.
Hati
Ibu begitu sedih,pilu, dan sakit hati bercampur jadi satu, bukankah ibu guru
pernah bilang kalau Dilla boleh disekolah disini lagi setelah balik dari
jakarta,
tapi kenapa Ibu guru mengatakan
seperti itu? Kata mama. “Maafkan saya buk“, jawab guru sekolahku.
Kemudian
aku dan ibu berusaha mencari sekolah yang mau menerima aku disekolahnya, berpanasan
dibawah mentari. Menelusuri jalan terjal itu pengalaman pahit ku rasakan bersama
ibu saat mencari sekolah baru...
akhirnya ada kepala sekolah yang berbaik hati
menerima aku apa adanya,,, alhamdulilah... segala puji bagi allah...
Kakak kelasku, Bidadariku
Alhamdulilah, kataku ketika
menginjak lantai saat masuk ruangan kelas.. dan setelah itu aku berkenalan
dengan teman-teman, rata-rata dari mereka, orangnya baik-baik dan ramah, tapi
ada diantara mereka memfitnah aku hinga membuatku bersedih,
Pernah suatu hari aku difitnah karena
meninju temanku, sebut saja nama insialnya T.
“Teman-teman, anak ini sifatnya
sangat kurang ajar, dia telah meninju perutku hingga aku kesakitan,” Kata T
didekatku sambil memegang perutnya dan pura-pura menangis.
Teman-teman aku kaget mendengar
pernyataan T, akhirnya memarahiku, hati
siapa yang tidak sedih dimarahi teman-teman yang selama ini baik sama kita.
“Demi Allah, aku tak melakukan
itu”, Tegasku. Rupanya kakak kelasku mendengar tangisan ku dari lokal sebelah, kemudian kakak kelas menatap iba dan
menjelaskan penyebab kesedihanku,
“Kakak, aku dibohongin (difitnah)
oleh T..hiks,,,hiks..heks” aku pun
terisak, Kemudian kakak kelas memanggil T , “benar gak apa yang dikatakannya? Jawab
jujur!.” Tegas kakak kelas.
“iy…
iiiyya kkak,” kata T dengan ekpresi pusat pasi dan ketakutan.
Kakak kelas kemudian geram, marah dan memukul meja sehingga
membuat teman-temanku yang melihatnya ketakutan.
Setelah T menjelaskan semuanya kemudian kakak kelas memarahi T dan
mengingatkan bahwa kita itu sama.. setelah itu kakak kElas menghapus air
mataku, memelukku dengan kasih sayangnya begitu dalam.. kakak adalah peri
bagiku..
Haruskah kita berpisah
Setelah
beberapa bulan aku sekolah disana, sebelum semester genap tiba, kepala sekolah mengatakan aku gak bisa
sekolah disini dan menyarankan lebih baik aku sekolah di SDLB, karena cocok
dengan kemampuanku.
Ibuku
amat merasa terpukul mendengar kata-kata kepala sekolah yang menyatakan bahwa
sekolah luar biasa lebih baik buatku padalah ibu sangat keberatan mendaftarkan
aku sekolah diSLB.
“Artinya
kita akan berpisah dengan guru dan teman baik.“ sahutku saat meninggalkan
kelas.
Begitu
berat meninggalkan guru dan teman-teman tercinta, sebelum meninggalakan sekolah tersebut aku pamit
dengan guru dan teman-temanku, kemudian ibu guruku memelukku sambil menitikan
air mata, entah...aku tak tahu apa arti air mata itu.
“Selamat
tinggal guruku dan teman-temanku, aku harus pergii T_T, terimakasih buat
semuanya“
kataku
saat meninggalkan sekolah lama
Sekolah baruku di SLB
SDLB,
aku benar-benar tidak mengenal sekolah SDLB..???
Aku dan ibu pergi kesekolah yang
dimaksudkan guru skolahku sebelumnya, disana aku merasa asing dilingkunganya..
aku merasa heran melihat anak-anak yang bebeda
usia denganku mengerakan tanganya cepat-cepat mulut nya
komat kamit tak karuan,.
aku
menarik baju ibu dengan maksud ingin berbicara
“ibu..
aneh, koq anak-anak disini kaya gitu bu
sambil menunjukan kearah anak tersebut,
Sayang.. apa yang mereka lakukan
tadi itu adalah suatu komunikasi mengunakan tangan (isyarat)
karena sebagian mereka tidak bisa
berbicara disebut tunarunggu.. maka bershukurlah anakku,
“kamu masih bisa berbicara meskipun sedikit-sedikit”
Aku
kaget dengan pernyatan ibu. aku sangat kasihan sama mereka,
Apakah
pahit hidupnya seperti ini,,?? Membuatku mengerti bahwa masih ada orang yang
mempunyai kekurangan lebih dari aku.. tapi dilihat dari wajah mereka, mereka sangat
bahagia.
hari senin aku mulai sekolah disana..
Pertama
masuk sekolah disana aku mendapatkan banyak pengalaman.
Mulai berkenalan dengan anak-anak
tunarungu dan yang lain-lainnya.
Aku diajari teman-teman belajar bahasa yang biasa digunakan untuk
berkomunikasi denagn gerak tangan disebut bahasa isyarat...
Baru
sebentar belajar berkomunikasi aku sudah bisa berbagi dengan teman-temanku.
Ada
yang bercerita tentang pengalamanya berdaptasi disekelilingnya dan ada juga
yang mengatakan bahwa dia bahagia dengan keadaanya saat ini, yang paling
menyedihkan bagiku diantara mereka ada yang mempunyai ibu keras,kejam dan suka
menyiksa anaknya sendiri buah hatinya dengan alasan tidak terima kehadiran anaknya..
mengerikan sekali... jujur.. aku kasihan sekali sama teman aku satu ini..
cantik dan baik lagi, aku juga tak tahu harus berbuat apa-apa selain memberi
dukungan semangat buat temanku ini.
Tapi
aku benar-benar terharu dengan keoptimisan teman-teman baruku ini..
Orang lain bisa,kenapa aku tidak?
jadi Aku juga harus
bisa
Disekolah
tersebut aku menjadi kebanggaan guru serta warga sekolah karena aku telah
mengukir prestasi disekolah tersebut, tak hanya aku, teman-temanku juga.
Lomba
mengarang tingkat SD seprov di Bukitinggi dan tingkat enam lomba mengarang
nasional dijogjakarta pernah aku raih,
Lomba
Fashion show juara 1 tingkat prov di Payakumbuh dan bagian Finalis Fashion show
dijogjakarta dan juara 2/ 3 lomba tennis meja di padang dan diBukittinggi, masih
ada lainnya yang gak bisa disebutkan.
Akhirnya
aku berhasil lulus di SMPLB dengan nem
25 dan ingin melanjutkan sekolah di SMK umum agar komunikasi ku berjalan
lancar serta mewujudkan cita-citaku.
Awalnya
Ibu tidak menyetujui usulku untuk sekolah di SMK umum dengan alasan takut aku
diejek oleh teman-teman seperti dulu dan juga meragukan kemampuanku.
“Ibuku
sayang, Hal itu Ibu tak usah khawatir, karena aku sudah besar dan juga bisa
mengendalikan perasaaanku, ibu, kalau masalah kemampuanku dibawah rata-rata
anak normal lain aku akan berusaha dengan semaksimal mungkin bu, orang lain
bisa kenapa kita tidak?, jadi kita juga harus bisa bu“
Akhirnya
Ibu menyetujuinya dan berkata padaku “Anakku,Ibu setuju tapi Jika ada teman-temanmu
yang mengejekmu, jangan pernah sedih ya anakku“
“Ya
bu, insya Allah bu.“
Setelah
itu aku dan Ibu pergi kesekolah SMK swasta yang terfavorit dikotaku.
Alhamdulilah
aku diterima di Smk swasta di SMK PEMBINA BANGSA.
Tantangan
ku disini adalah berkomunikasi dan berkutat pada pelajaran yang memang sulit
bagiku karena pelajaranku banyak yang tertinggal dan Aku mengambil jurusan
akutansi.
Alhamdulilah
Kepala sekolah,Guru-guru dan teman-temanku mau menerima aku apa adanya.
Semua
berkat kemauanku dan dukungan MOTIVASI dari mereka, aku semangat belajar
bersama teman-temanku yang kebanyakan normal.
Meskipun
susah, mereka selalu berusaha menanamkan motivasi pada diriku dan aku sangat
berterimakasih atas jasa-jasa yang mereka berikan selama ini.
Setelah
3 tahun sekolah Di SMK Pembina Bangsa akhirnya aku lulus dengan nem rata-rata
8,0.
Dan
sekarang aku memulai kuliah diPTN negeri dipadang mengambil jurusan Pendidikan
Luar biasa..
Do`ain aku ya para pembaca supaya
aku sukses selalu ya.
Do`a
mu sangat berarti bagiku... :)
kereeeeeeen.. bikin terharuuuuu.. semangat ya sist
BalasHapusTak ada yang salah dengan menjadi berbeda..tetap semangat menjalani hari.:)
BalasHapusmakasih ya dah coment blog saya... ;)
BalasHapusya sisit. Makasih juga motivasinya..
Ini resensi buku mbak?
BalasHapusKalau ngga salah, saya pernah baca buku yang seperti ini ^^
sist. buku apa? prasaan saya belum menerbitkan postingan ini kebuku atau menjadikan sebagai buku...
Hapusini dah lama saya keti dan saya susun dilaptop. hanya saja saya baru mempublikasikannya.....
keren....
BalasHapussemangat terus ya....
(y)
bagus tulisan pengalamanmu... Semangat ya bwt inspirasi n jadikan motivator bagi teman2 tunarungu lainnya...Sepi gak slamanya tetap sunyi pastilah bisa mendengar oleh talenta yg kau miliki...
BalasHapusMbak ini juga senasib dg kamu... Mb guru SLB.B Karnnamanohara n Sarjana Bimbingan n Konseling...
Mb Aning
bagus sekali pengalamanmu... Semangat n jadikan motivator bagi teman2 tunarungu lainnya...
BalasHapusyg sabar ea...
BalasHapussmga dkngan ntuk mu sllu da...
amieen
Sangat menginspirasi.. :)
BalasHapusmakasih banyak mba aniing maaf telat balasnya coz baru dibaca comentanya
BalasHapuseno :) makasih eno ,,,
chaerul anwar : makasih banayk ya :D
hello Dilla.. mm, tetap semangat ya, saya selalu percaya, setiap orang sempurna dengan segala ketidaksempurnaannya :) dan saya jadi ingat Helen Keller, mungkin Dilla juga ingat, kalau sudah nonton The Miracle Worker :D
BalasHapusHelo juga salaadina...... terimakasih banyak ya dinaaa.... saya pernah menontonnya. itu juga bagian dari motivasi saya, begitupun mba dina ... ..
BalasHapusterimakasih sudah mengunjungi blog dilla
salam kenal dan persahabatan :)