Minggu, 05 Agustus 2012

"ku Arungi keterbatasan dengan segenggam hati"


Apakah karena aku Prematur?
            Banyak orang yang mengenalku sejak lahir tak menyangka kalau aku telah tumbuh dewasa seperti saat ini, begitu juga kata dokter meragukan apakah aku akan bertahan kedepannya,“sepertinya anak Ibu kemungkinan hidupnya tak akan bertahan lama”, kata dokter saat Ibu menanyakan keaaanku.
Kenapa..?, Apakah karena aku lahir secara prematur,  apakah karena keadaanku lemah sehingga kata-kata mudah diucapkan, bukankah itu sangat menyakitkan perasaan Ibu?. Namun selalu Ibu berusaha tegar demi ananda, buah hatinya.
Sejak dilahirkan ukuran dan berat badanku tak seperti bayi normalnya begitu cerita Ibu kepadaku, aku diletakkan dalam kotak pemanas dan bersama selang susu asi dimasukan lewat lubang hidungku oleh dokter agar kesehatanku optimal
Karena tak punya biaya ibu membawaku pulang dari rumah sakit yang telah merawatku selama 2 minggu meski awalnya dokter tidak mengizinkan karena kondisiku masih lemah dan belum membaik, tapi bagaimana lagi? Ibu terpaksa harus membawaku pulang kerumah secara diam-diam.

Karena ketegaran dan kelembutan kasih Ibu


Hari demi hari air mata ibu selalu setia menemani tidur lelapku sembari
menatap sendu berharap aku selalu ada untuk selama-lamanya, Dibenak ibu hanyalah ketakutan , ketakutan akan keberadaanku, suaraku dan ketakutan ibu akan kehilanganku sebagai anak pertamanya.
Setiap hari, setiap sholat , setiap malam Ibu tidak lupa berdoà berharap diberi kesempatan agar hidupku lebih lama, ternyata tuhan mendengar do`a ibu, Aku tumbuh seperti selayaknya bagaimana manusia lainya berkat KebesaranNya.
Waktupun berlalu cepat aku pun tumbuh dibawah asuhan kelembutan tangan Ibu yang senantiasa tulus merawatku tanpa keluh kesah, “Tuhan Tidak akan mengubah nasib kita kecuali kita itu mau berusaha berdoà kepadaNya“
           
Kelainan pendengaran

            Seperti biasa, seumur bayi yang bisa merangkak, aku masih belum bisa merangkak karena perkembanganku sangat lambat dibandingkan anak-anak seusiaku, kalau ingin mengambil sesuatu tinggal menggunakan cara lain berguling berputar-putar sampai berhasil meraih sesuatu.
 Setelah usiaku setahun lebih ibu dan ayah heran kenapa aku tidak ada respon ketika ayah dan ibu memainkan mainan berbunyi.. kemudian ayah dan ibu membawaku kerumah sakit, sampai dirumah sakit aku diperiksa. Lalu apa kata dokter?
Bagai disambar petir disiang bolong, rupanya kata-kata dokter membuat ayah dan ibu shock. Dokter mengatakan bahwa aku mempunyai kelainan pendengaran. Nasib malang tak dapat dicegah lagi, ayah dan ibu sangat sedih.

Berlatih bericara

Dari hari kehari waktu berlalu dengan ketabahan ibu selalu mengajariku bagaimana berbicara dengan benar. umurku waktu itu masih 3 tahun ibu membawaku kemana-mana dan mengenalkan benda-benda disekitarku.
Aku melatih gerak mulutku dengan memperhatikan mulut ibu..  “nak , Itu ru-mah. Itu mo-bil dan mo-tor...“
            Bagi Ibu Usaha adalah nomor satu , ternyata usaha ibu tidak sia-sia dan aku sudah bisa mengerakan bibirku dengan bahasa yang mudah dipahami.
           
Raut bahagiaku sejak masuk sekolah

Hari semakin berlalu dan Usiaku semakin bertambah dan aku mulai memasuki taman kanak-kanak, kemudian masuk SD umum, “bu, aku suka sekolah“ Ayah dan Ibu sangat senang melihatku begitu bahagia
Selama dikelas satu aku selalu rajin belajar dan belajar membaca iqra, Alhamdulillah akhirnya aku naik dikelas 2 SD  dengan rafor rata-rata 7, Ayah dan Ibu sangat bangga atas hasil yang ku capai selama ini.

Anakku, apa yang ada padamu itu adalah anugerah.

Entah darimana aku mulai mengetahui kekuranganku, setahuku dari ejekkan teman-temanku. “Dilla Tuli... Dilla tuli... Dilla tuli...hahahahaha“ Ejek temanku setiap jam istirahat sekolah..
Semangat yang telah lama tertanam dihati kemudian pupus hilang ditelan badai pilu membuat diriku merasa paling terpukul... tak lagi terdengar tawa dan omelan dari mulutku.. sampai dirumah ku berlari ke pelukan ibu.
“Ibu.. kenapa teman-temanku mengejekku ibu, Apakah aku benar-benar tidak bisa mendengar ibu“
Kataku lirih meratapi diriku sambil memegang kedua telingaku.
Ibu shcok dan tidak menyangka ketika mendengar kata-kata aku barusan. air mata ibu jatuh dan mulai memelukku. dalam kesedihan Ibu aku menyadarinya bahwa aku sudah membuat Ibu sedih padahal aku tidak ingin Ibu bersedih sekalipun tapi aku tidak peduli, aku benar-benar sedih.
“Ibu... kenapa aku bisa begini sedangkan teman-teman aku bisa mendengar,bu?.“ isakku menahan luka
Ibu berkata lagi “anakku.. semua apa yang kamu miliki itu adalah pemberian tuhan. kamu itu cantik nak, tidak ada manusia yang sempurna. kamu lihat di tevi ada orang gak punya tangan dan kaki, sedangkan kamu punya tangan dan kaki, bershukurlah nak, semua itu anugerah pemberian Allah.”  kata ibu sambil menitik air mata satu persatu.
“Ibu... apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi kekuranganku? Aku diejek bu?,“
            “Anak ku... bersabarlah dan menerima dengan lapang dada.. berdo`a dan rajin shalat semoga allah mnyembuhkan penyakitmu..”
“Ya ibu...“  
Aku merasa sedih dengan kondisi aku dan sekolahku nantinya,  ejekan dari teman terus berlanjut tiada henti-hentinya menjadikan aku merasa rendah diri,  aku hanya bisa menangis dan selalu menangi  didalam kelas, Aku tak  punya teman yang bisa aku ajak melupakan kesedihanku.. aku hanya bisa mengadu kepada Yang diatas.

Berobat ke Jakarta

Menjelang ujian kenaikan kelas aku di terbangkan ke Jakarta ketempat tanteku untuk perawatan telingaku.. setelah  berapa bulan berobat diRs terkenal itu tidak membuahkan hasil bagi aku terpaksa aku mengunakan alat bantu dengar yang di beli di jakarta, setelah itu aku balik pulang kampung di Bukittinggi karena kangen sama ayah dan ibu kemudian aku melanjutkan sekolah.

Sebuah perjuangan
Setelah balik dari Jakarta aku mulai masuk sekolah, rupanya jauh dari yang aku duga, guru sekolahku  mengatakan bahwa aku tidak bisa sekolah lagi disini dan menyuruhku pindah di sekolah lain dan juga menyarankan sekolah di sekolah luar biasa.
Hati Ibu begitu sedih,pilu, dan sakit hati bercampur jadi satu, bukankah ibu guru pernah bilang kalau Dilla boleh disekolah disini lagi setelah balik dari jakarta,
tapi kenapa Ibu guru mengatakan seperti itu? Kata mama. “Maafkan saya buk“,  jawab guru sekolahku.
Kemudian aku dan ibu berusaha mencari sekolah yang mau menerima aku disekolahnya, berpanasan dibawah mentari. Menelusuri jalan terjal itu pengalaman pahit ku rasakan bersama ibu saat mencari sekolah baru...
 akhirnya ada kepala sekolah yang berbaik hati menerima aku apa adanya,,, alhamdulilah... segala puji bagi allah...

Kakak kelasku, Bidadariku

Alhamdulilah, kataku ketika menginjak lantai saat masuk ruangan kelas.. dan setelah itu aku berkenalan dengan teman-teman, rata-rata dari mereka, orangnya baik-baik dan ramah, tapi ada diantara mereka memfitnah aku hinga membuatku bersedih,
Pernah suatu hari aku difitnah karena meninju temanku, sebut saja nama insialnya T.
“Teman-teman, anak ini sifatnya sangat kurang ajar, dia telah meninju perutku hingga aku kesakitan,” Kata T didekatku sambil memegang perutnya dan pura-pura menangis.
Teman-teman aku kaget mendengar pernyataan  T, akhirnya memarahiku, hati siapa yang tidak sedih dimarahi teman-teman yang selama ini baik sama kita.
“Demi Allah, aku tak melakukan itu”, Tegasku. Rupanya kakak kelasku mendengar tangisan ku dari lokal sebelah,  kemudian kakak kelas menatap iba dan menjelaskan penyebab kesedihanku,
“Kakak, aku dibohongin (difitnah) oleh T..hiks,,,hiks..heks”  aku pun terisak, Kemudian kakak kelas memanggil T , “benar gak apa yang dikatakannya? Jawab jujur!.” Tegas kakak kelas.
            “iy… iiiyya kkak,” kata T dengan ekpresi pusat pasi dan ketakutan.
Kakak kelas kemudian geram, marah dan memukul meja sehingga membuat teman-temanku yang melihatnya ketakutan.
Setelah T menjelaskan semuanya kemudian kakak kelas memarahi T dan mengingatkan bahwa kita itu sama.. setelah itu kakak kElas menghapus air mataku, memelukku dengan kasih sayangnya begitu dalam.. kakak adalah peri bagiku..
Haruskah kita berpisah

Setelah beberapa bulan aku sekolah disana, sebelum semester genap  tiba, kepala sekolah mengatakan aku gak bisa sekolah disini dan menyarankan lebih baik aku sekolah di SDLB, karena cocok dengan kemampuanku.
Ibuku amat merasa terpukul mendengar kata-kata kepala sekolah yang menyatakan bahwa sekolah luar biasa lebih baik buatku padalah ibu sangat keberatan mendaftarkan aku sekolah diSLB.
“Artinya kita akan berpisah dengan guru dan teman baik.“ sahutku saat meninggalkan kelas.
Begitu berat meninggalkan guru dan teman-teman tercinta, sebelum  meninggalakan sekolah tersebut aku pamit dengan guru dan teman-temanku, kemudian ibu guruku memelukku sambil menitikan air mata, entah...aku tak tahu apa arti air mata itu.
“Selamat tinggal guruku dan teman-temanku, aku harus pergii T_T, terimakasih buat semuanya“
kataku saat meninggalkan sekolah lama

Sekolah baruku di SLB      
     
SDLB, aku benar-benar tidak mengenal sekolah SDLB..???
Aku dan ibu pergi kesekolah yang dimaksudkan guru skolahku sebelumnya, disana aku merasa asing dilingkunganya..
 aku merasa heran melihat anak-anak yang bebeda usia denganku   mengerakan tanganya cepat-cepat mulut nya komat kamit tak karuan,.
aku menarik baju ibu dengan maksud ingin berbicara
“ibu.. aneh, koq anak-anak  disini kaya gitu bu sambil menunjukan kearah anak tersebut,
Sayang.. apa yang mereka lakukan tadi itu adalah suatu komunikasi mengunakan tangan (isyarat)   
karena sebagian mereka tidak bisa berbicara disebut tunarunggu.. maka bershukurlah anakku,
“kamu masih bisa berbicara meskipun sedikit-sedikit”
Aku kaget dengan pernyatan ibu. aku sangat kasihan sama mereka,
Apakah pahit hidupnya seperti ini,,?? Membuatku mengerti bahwa masih ada orang yang mempunyai kekurangan lebih dari aku.. tapi dilihat dari wajah mereka, mereka sangat bahagia.

hari senin aku mulai sekolah disana..
            Pertama masuk sekolah disana aku mendapatkan banyak pengalaman.
Mulai berkenalan dengan anak-anak tunarungu dan yang lain-lainnya.
Aku diajari teman-teman  belajar bahasa yang biasa digunakan untuk berkomunikasi denagn gerak tangan disebut bahasa isyarat...
Baru sebentar belajar berkomunikasi aku sudah bisa berbagi dengan teman-temanku.
Ada yang bercerita tentang pengalamanya berdaptasi disekelilingnya dan ada juga yang mengatakan bahwa dia bahagia dengan keadaanya saat ini, yang paling menyedihkan bagiku diantara mereka ada yang mempunyai ibu keras,kejam dan suka menyiksa anaknya sendiri buah hatinya dengan alasan tidak terima kehadiran anaknya.. mengerikan sekali... jujur.. aku kasihan sekali sama teman aku satu ini.. cantik dan baik lagi, aku juga tak tahu harus berbuat apa-apa selain memberi dukungan semangat buat temanku ini.
Tapi aku benar-benar terharu dengan keoptimisan teman-teman baruku ini..
           
Orang lain bisa,kenapa aku tidak?
 jadi Aku juga harus bisa

Disekolah tersebut aku menjadi kebanggaan guru serta warga sekolah karena aku telah mengukir prestasi disekolah tersebut, tak hanya aku, teman-temanku juga.
Lomba mengarang tingkat SD seprov di Bukitinggi dan tingkat enam lomba mengarang nasional dijogjakarta pernah aku raih,
Lomba Fashion show juara 1 tingkat prov di Payakumbuh dan bagian Finalis Fashion show dijogjakarta dan juara 2/ 3 lomba tennis meja di padang dan diBukittinggi, masih ada lainnya yang gak bisa disebutkan.
            Akhirnya aku berhasil lulus di SMPLB dengan nem  25 dan ingin melanjutkan sekolah di SMK umum agar komunikasi ku berjalan lancar serta mewujudkan cita-citaku.
            Awalnya Ibu tidak menyetujui usulku untuk sekolah di SMK umum dengan alasan takut aku diejek oleh teman-teman seperti dulu dan juga meragukan kemampuanku.
            “Ibuku sayang, Hal itu Ibu tak usah khawatir, karena aku sudah besar dan juga bisa mengendalikan perasaaanku, ibu, kalau masalah kemampuanku dibawah rata-rata anak normal lain aku akan berusaha dengan semaksimal mungkin bu, orang lain bisa kenapa kita tidak?, jadi kita juga harus bisa bu“
            Akhirnya Ibu menyetujuinya dan berkata padaku “Anakku,Ibu setuju tapi Jika ada teman-temanmu yang mengejekmu, jangan pernah sedih ya anakku“
            “Ya bu, insya Allah bu.“
Setelah itu aku dan Ibu pergi kesekolah SMK swasta yang terfavorit dikotaku.
            Alhamdulilah aku diterima di Smk swasta di SMK PEMBINA BANGSA.
Tantangan ku disini adalah berkomunikasi dan berkutat pada pelajaran yang memang sulit bagiku karena pelajaranku banyak yang tertinggal dan Aku mengambil jurusan akutansi.
Alhamdulilah Kepala sekolah,Guru-guru dan teman-temanku mau menerima aku apa adanya.
Semua berkat kemauanku dan dukungan MOTIVASI dari mereka, aku semangat belajar bersama teman-temanku yang kebanyakan normal.
Meskipun susah, mereka selalu berusaha menanamkan motivasi pada diriku dan aku sangat berterimakasih atas jasa-jasa yang mereka berikan  selama ini.
Setelah 3 tahun sekolah Di SMK Pembina Bangsa akhirnya aku lulus dengan nem rata-rata 8,0.
Dan sekarang aku memulai kuliah diPTN negeri dipadang mengambil jurusan Pendidikan Luar biasa..
            Do`ain aku ya para pembaca supaya aku sukses selalu ya.
Do`a mu sangat berarti bagiku... :)

13 komentar:

  1. kereeeeeeen.. bikin terharuuuuu.. semangat ya sist

    BalasHapus
  2. Tak ada yang salah dengan menjadi berbeda..tetap semangat menjalani hari.:)

    BalasHapus
  3. makasih ya dah coment blog saya... ;)
    ya sisit. Makasih juga motivasinya..

    BalasHapus
  4. Ini resensi buku mbak?
    Kalau ngga salah, saya pernah baca buku yang seperti ini ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sist. buku apa? prasaan saya belum menerbitkan postingan ini kebuku atau menjadikan sebagai buku...
      ini dah lama saya keti dan saya susun dilaptop. hanya saja saya baru mempublikasikannya.....

      Hapus
  5. keren....
    semangat terus ya....
    (y)

    BalasHapus
  6. bagus tulisan pengalamanmu... Semangat ya bwt inspirasi n jadikan motivator bagi teman2 tunarungu lainnya...Sepi gak slamanya tetap sunyi pastilah bisa mendengar oleh talenta yg kau miliki...
    Mbak ini juga senasib dg kamu... Mb guru SLB.B Karnnamanohara n Sarjana Bimbingan n Konseling...
    Mb Aning

    BalasHapus
  7. bagus sekali pengalamanmu... Semangat n jadikan motivator bagi teman2 tunarungu lainnya...

    BalasHapus
  8. yg sabar ea...
    smga dkngan ntuk mu sllu da...
    amieen

    BalasHapus
  9. makasih banyak mba aniing maaf telat balasnya coz baru dibaca comentanya

    eno :) makasih eno ,,,

    chaerul anwar : makasih banayk ya :D

    BalasHapus
  10. hello Dilla.. mm, tetap semangat ya, saya selalu percaya, setiap orang sempurna dengan segala ketidaksempurnaannya :) dan saya jadi ingat Helen Keller, mungkin Dilla juga ingat, kalau sudah nonton The Miracle Worker :D

    BalasHapus
  11. Helo juga salaadina...... terimakasih banyak ya dinaaa.... saya pernah menontonnya. itu juga bagian dari motivasi saya, begitupun mba dina ... ..

    terimakasih sudah mengunjungi blog dilla

    salam kenal dan persahabatan :)

    BalasHapus