Kamis, 06 Mei 2010

Mentari dibalik fajar

Saat yang tak diduga telah terjadi.... seperti celah cahaya yang membuat mataku selalu berkedip.Siapakah dia...?
Dia adalah titipan tuhan yang akan dititipkan melalui rahim seorang ibu tepat pada tanggal 27 oktober pukul 07:00 dalam keadaan prematur, bagi ayah dan ibu kehadiran ku ibarat cahaya diruangan ini yang memberi kebahagiaan. Seorang bayi yang munggil seukuran botol sostro atau lebih, mungkin bisa digendong dengan menenggadah tangan saja,
Aku dimasukkan kedalam kotak panas dan selang berisi susu ibu dimasukkan lewat hidungku seab aku saat itu tak bisa menyusui,mengenai kondisiku bahkan Dokter meragukan “apakah bayi itu mampu bertahan hidup selanjutnya”.dari sekian banyak orang yang hadir menjenguk ibu berbagi pendapat bahwa aku sebentar lagi akan mati, bagaimanakah perasaan ibu ketika mendengarnya? Tentu hatinya terluka. Ibu ngerti bahwa ukuran dan kondisi tubuhku sangat memprihatinkan makanya ibu tak bisa membantah apa yang dikatakan oleh orang yang hadir disana begitu juga keluarga mama dan papa.
Mama hanya bisa pasrah, terus me....