Sabtu, 22 Maret 2014

SKANDAL

           Degh.. Gubrak , rasanya seperti ada yang jatuh dari langit , ups salah, maksudnya rasanya jantung mau dicopot habis-habisan. Hati gadis itu tidak karuan sekaligus salting saat berhadapan dengan laki-laki yang dia taksir sejak sekolah SMA. “kamu kenapa ada bisa disini”batin gadis itu dengan ketidak mengertiannya.
“ Angga” Panggil gadis itu yang bernama Lina. Orang yang dipanggil Lina sedari tadi sibuk mengemas beberapa alat-alat pertukangan untuk keperluannya dirumah kemudian mulai mengenal suara itu lalu menoleh ke arah Lina . Bruuukk… Kardus yang berisi peralatan tukang yang dipegang Angga itu jatuh berserakan. “Lina”.
Mereka berdua saling berpatungan, mata mereka saling bernegoisasi dan bertatapan sementara hati mereka saling kebat kebit, Toko peralatan tukang sudah menjadi tempat takdir yang mempertemukan mereka berdua. rupanya mereka masih memiliki rasa satu sama lainnya yaitu cinta, entah takdir apa yang diberikan pada mereka?
Disebelah mereka ada seorang perempuan, usianya berkisar 25 tahun, dia adalah istri Angga, Nisa sibuk memilih keramik yang cocok untuk rumah baru mereka dikota yang dimana bagi Nisa terasa asing sebab Nisa baru pindah dari Bogor bersama suaminya atas permintaan suaminya dengan alasan suaminya, Angga merindukan kota kelahirannya dan meminta untuk tinggal didaerah Kalimantan yang dimana bagi Nisa , terlalu mendadak pindah ke Kalimantan, demi menjaga pernikahan yang telah berjalan 4 tahun, Nisa menuruti keinginan suaminya.
Nisa tengah memilih-milih keramik kemudian dia menemukan keramik yang disukainya lalu bergegas mencari Angga, suaminya. Setelah menemui Angga, Nisa bukannya langsung menyosor, langkahnya yang berlari kecil ketempat dimana suaminya berada  mendadak berhenti. Nisa melihat suaminya bersama wanita yang tidak dikenalnya. Api dihati Nisa mulai membara, dengan semangat namun Nisa berusaha memadamnya dengan kepercayaannya terhadap suaminya.
“Sayang” Panggil Nisa. Angga sontak kaget mendengar panggilan istrinya.
“Aku sudah memilih keramik yang cocok untuk rumah kita, bagaimana?” kata Nisa sambil menyodorkan buku yang berisi motif-motif keramik kepada Angga. Tanpa memperdulikan kehadiran Lina dan beberapa peralatan tukang berserakan dilantai.
“Bagaimana sayang, apakah kamu suka motifnya?”. tanya Nisa
Angga kagok lalu mengangguk pelan “aku suka , kita beli ini saja ya”. jawab Angga, setelah mengumpulkan peralatan tukang ke kardus kemudian Angga memperkenalkan Lina kepada Nisa.
“Nisa. kenalkan ini teman SMA aku dulu, namanya Lina” , Angga menyikut siku Nisa untuk segera menyalami Lina . “ Lina” sapa Lina dengan ramah .  “Nisa”, jawab Nisa dengan datar lalu menyambung ucapannya . “Istrinya Angga”, jawab Nisa dengan mantap.
Mendengar ucapan Nisa, Angga mengigit bibir bawahnya, “tamatlah sudah riwayatku ”, bisik Angga dalam hatinya.  Lina yang mendengar ucapan Nisa langsung menyambung ucapan Nisa dengan berpura-pura tahu tentang Nisa. “ Istrinya Angga yang sering diceritakan Angga pada tema-temannya, dan aku dengar dari teman-temannya bahwa kamu benar-benar menjadi topik utama dalam pembahasan setiap Angga bertemu dengan temannya, Angga menyanjungmu, aku bersyukur mengenalmu dan dapat melihat langsung istri yang disanjung-sanjung Angga temanku, ternyata memang benar. Kamu cantik”, ucap Lina berbohong .
Nisa yang mendengar ucapan Lina , hatinya langsung berbuga-bunga, wajah devilnya tiba-tiba berubah menjadi peri baik hati dan ramah kepada Lina. Nisa langsng mengajak Lina kerumah barunya , Lina pun menuruti gandengan Nisa.
Angga melotot tajam kearah Lina seakan menyiratkan sebuah pertanyaan , “Lina, Kenapa kamu berbohong?”. Lina pun menyadari tatapan aneh dari Angga lalu mengangkat bahunya  kemudian menyatukan kedua tangannya dihadapan dagunya , “Maaf Angga”, pinta Lina.
Kemudian Angga, Nisa , Lina serta kedua anak kandung dari pasangan Angga dan Nisa. Mereka berkumpul dalam satu ruangan , dibawah seatap rumah yang baru dibeli oleh Angga, sengaja dinamai Rumah Cemara. Nama rumah ini didapatkan dari Lina, cinta pertamanya dulu ketika mereka bermain bersama ditaman, sama –sama mengkhayalkan masa depan untuk selalu bersama, sayangnya kandas hanya karena kesalahpahaman. Bagi Angga , dia sengaja memberikan nama rumah ini Rumah cemara sebagai pembuktian bahwa dia tidak pernah berbohong pada Lina. Namun takdir membuat mereka berkumpul meski tidak seperti mereka bayangkan. 

 “Kau cinta pertamaku dan Istriku cinta terakhirku” bisik Angga terhadap Lina.

bersambung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar