Gadis
itu memonyongkan bibirnya beberapa senti sambil memegang erat tas salempangnya,
tepat dihadapan pintu masuk sekolahnya. “baiklah,
aku tidak boleh menyerah, aku akan buktikan bahwa aku bisa, ayo Beby,
semangatttt”, tegas gadis itu
menyemangati dirinya sendiri
Siapa
Beby? Anyway, Gadis itu Anindita Beby Purnamasari, gadis itu biasanya dipanggil oleh orang-orang
terdekatnya dengan sebutan Beby, Beby merupakan gadis tunarungu pemakai abd
(alat bantu dengar), dia dibesarkan oleh kedua orang tuanya , pasangan Om
Widodo dan Ibu Ana, berkat penerimaan kedua orang tuanya, Beby tumbuh dengan
selayaknya sama seperti anak normal lainnya.
Dalam
keterbatasan pendengaran dan bicara , Beby ingin melakukan hal yang beda yaitu
melibatkan dirinya pada lingkungan yang lebih luas termasuk ditengah-tengah
orang yang berbeda dengan dirinya, tidak sama seperti disekolah sebelumnya dia
terlibat dengan teman senasibnya , teman sama-sama tunarungu. Kali ini tidak ,
Beby ingin melakukan hal yang beda, dia memasuki dunia asing perlahan-lahan
dengan cara masuk Sekolah umum bukan Sekolah Luar Biasa.
Disekolah
SMA NEGERI 68 JAKARTA. “Bismillahirrahmanirrahmanirrahim”, ucap Beby segera
melangkah menuju koridor sekolah untuk mencari ruangan Kepala Sekolah.
Berbekal prinsip ,” Malu bertanya sesat dijalan” , Beby melihat ada satu siswa
laki-laki yang kebetulan sedang serius membaca majalah dinding yang terpampang
dipapan mading.
Lalu
Beby menghampiri dan menegurnya kemudian laki-laki yang sedang serius membaca
mading akhirnya menoleh lalu beberapa detik kemudian laki-laki itu menaikkan
alisnya, “ Ada apa? “ ucap laki-laki
itu . Bebi yang ditanya kemudian menjawab, “Saya
mau tanya dimana ruang Kepala Sekolah?” Tanya Beby dengan bahasa isyarat.
Laki-laki itu bengong , tidak mengerti bahasa isyarat Beby. Setelah beberapa
kali Beby mengulang ucapannya, Beby menyadari bahwa laki-laki itu tidak
mengerti bahasa isyaratnya kemudian Beby mengambil buku notenya dan menulis
pertanyaannya dikertas, setelah itu Beby memberikan kertas itu kepada laki-laki
itu. “ehm, Ruangan Kepala Sekolah ada disana , kamu jalan lurus kearah kiri
nanti belok ke kanan setelah kamu akan mendapati ruangan itu “ , kata laki-laki
itu sementara Beby melototnya dengan berharap bisa memahami ucapan laki-laki
itu.
“Terimakasih banyak
“ , ucap Beby dengan bahasa isyaratnya.
“Sama-sama “ ,
jawab lelaki itu sambil menyungingkan senyumannya yang manis.
Belum
sempat laki-laki itu melanjutkan pembicaraan mengenai perkenalan diri, Beby
sudah meninggalkannya , “Dia cantik sekali sayangnya dia tuli dan bisu”, lirih
batinnya
Setelah
Beby menemui Kepala Sekolahnya , Ibu Sukarni. Beby memperkenalkan dirinya ,
untung Ibu Sukarni, Kepala sekolah barunya memahami maksud kedatangan Beby
karena Ibu Arni itu sudah tahu sebelumnya mengenai Beby, kemudian Ibu Ani
menyuruh Guru kelas membawa Beby kekelas
barunya.
“Anak-anak,
sekarang kita kedatangan teman baru kita, Ibu harap kalian bisa belajar dan
bermain bersamanya”, kata Ibu Wati, guru kelasnya membuka suara setelah
situasi tenang akibat keributan yang dibuat siswa-siswa tersebut selama
menunggu gurunya dikelas. Anak-anak dikelas pun serius mendengarkan pernyataan
Ibu wati lalu ada beberapa siswa memandang kearah pintu. Beby pun masuk kekelas
sambil tersenyum ramah kepada siswa yang ada dikelas tersebut.
Beby
berdiri didepan kelas, didepan teman barunya . “Perkenalkan dirimu pada teman-temanmu “, ucap Ibu wati dengan
ramah.
Beby
memperkenalkan dirinya dengan bahasa isyarat, “Teman-teman, perkenalkan nama saya Beby” ,
“Ah
ngomong apaan nih dianya bu?, ternyata dia budek bu, bisu juga Hahahahahaahahha“.
ucap salah satu siswa perempuan yang terkenal centil, ucapan itu disambut tawa
gelak beberapa siswa, namun ada beberapa siswa bersimpati dan ber empati padanya,
tapi ada juga yang kaget dan tidak percaya bahwa dia bisa sekelas dengan Beby,
ya Vino namanya , laki-laki yang sebelumnya pernah bertemu dengan Beby didepan
papan mading. Vino tersenyum melambaikan tangan kearah Beby. Beby terhibur
dengan adanya Vino. “senyumnya”, bisik Beby.
“Diam anak-anak, kita semua sama, tidak ada
bedanya , walaupun Beby tidak bisa bicara dan mendengar tapi dia bisa mengikuti
pelajarannya,dia juga punya hak belajar disini sama seperti kalian, kepada Ara, tolong jaga
ucapanmu atau Ibu akan menghukummu”, Tegas Ibu wati.
Ara
yang tadinya mengejek Beby, bungkam dan menutup bibirnya.
Untuk
memecahkan keadaan Beby menuliskan namanya dipapan tulis “Nama saya Anindita Beby Purnamasari,
Teman-teman bisa memanggil saya Beby ” tulis Bebi dipapan putih setelah itu dia tersenyum .
“Beby, kamu duduk
disana ya” , saran Ibu wati.
“ Iya bu, Terimakasih
banyak bu”, Beby menuruti lalu duduk bersebelahan dengan
Vino, “Hai” sapa Vino. “Hai juga“ sapa Beby melambaikan
tangganya. Dan mereka saling tersenyum sementara hati mereka kebat kebit. Ah..
mereka jatuh cinta , secepat itukah.. padahal baru pertama kali mereka bertemu,
cinta memang tidak pernah mengenal waktu, dia bisa datang kapanpun dia mau
bahkan semenitpun saja.
Hari
pertama sekolah SMA bagi Beby tidak terlalu buruk, Bebi rupanya sudah bisa melewati
hari-harinya disekolah bahkan sudah bisa menguasai keadaan dengan cara-cara
khasnya, disekolah Bebi mengenalkan seni figura yang dihias oleh kerang dan
batu-batuan kerikil cantik seperti batu-batuan didasar lautan kepada
teman-temannya. Karena Beby memiliki jiwa seni, teman-temannya sudah mulai
menyukainya , hanya Ara dan gengnya saja yang iri terhadap Beby.
Keirian
Ara semakin memuncak ketika Beby menjadi terkenal disekolahnyan akibat
kepiawaian Beby dalam menggelarkan karya seninya kepada teman-teman sehingga
teman-temannya tidak jarang minta dibuatkan karya pilihannya, untuk
mengembangkan bakatnya, Beby dengan senang hati membuat karya seni yang dipesan
oleh beberapa temannya, sehingga Beby dari hari kehari dia mulai melakukan
bisnis, tidak hanya disekolah tapi diluar sekolah juga, tak heran juga Beby
selalu memiliki banyak tabungan dengan harapan suatu saat nanti bisa membuka
Butik galeri seni.
Berbicara
mengenai sahabat Beby, sahabatnya papan ajaib , aneh bukan? Papan ajaib itu
berukuran panjang 4 cm dan lebar 3 cm. Papan ajaib itu didapatkan dari teman
misteriusnya saat hari pertama dia sekolah. Pada saat itu Beby pulang sekolah
dia mendapati sebuah bingkisan yang tertulis “UNTUK BEBY”, kemudian Bebi membuka bingkisan
itu, ternyata papan hitam biasa. pikir Beby.
Tanpa
ba bi bu, keesokan Bebi berinsiatif mengkreasikan papannya tanpa bertanya dari
siapa dan buat apa papan ini. Setelah mengkreasikan papan ini dengan hasil
olahan tangan Beby dengan niat untuk tempat bingkai beberapa foto, Pertama Bebi
mengkreasikan pinggiran papan itu dengan manik-manik bebatuan yang didapatnya
ditepi pantai putih Lombok ketika Bebi berliburan kekampungnya.
Setelah
menghabiskan dua malam untuk mengkreasikan pingggiran papan tersebut , Beby
memasang papan itu kedinding kamarnya.
“ Kamu cantik “
, puas Beby dengan bahasa isyaratnya
“Terimakasih Beby” ,
tulisan papan ajaib itu tiba-tiba muncul
Beby
kagetnya bukan kepalang, sambil mengigil ketakutan . “Kamu siapa?”, Tanya Beby
“Dalam
dunia ini kamu bisa mengangapnya papan ajaib, tempat kamu berbagi, ketika kamu
membutuhkan seorang sahabat, aku selalu siap jadi sahabatmu asal aku bersamamu
seperti ini, didinding kamar ini meskipun aku hanya sebuah benda”, jawab
papan ajaib itu berbicara dalam tulisannya.
“Bagaimana kamu bisa
seperti ini? , apa yang menyebabkan kamu bisa seperti ini?, apakah kamu alien?”
, Tanya Beby dengan bahasa isyaratnya
“Jangan Tanya siapa aku
karena aku sudah ditakdirkan disini dari seseorang untukmu, kuharap kamu bisa
memahaminya” , jawab papan ajaib tersebut.
“Bolehkan aku tahu siapa orang yang
mengirimmu disini, papan ajaib?”
“Jika dia mengizinkan
aku akan memberitahukan siapa dia Beby namun dia tidak ingin kamu tahu, belum
saatnya Beby” , tulisan papan ajaib tersebut
“ Baiklah kalau begitu
kamu harus berjanji memberitahuku siapa dia” , kata Beby
berharap papan ajaib mau berjanji.
“Janji “. Tulis
papan ajaib membuat Beby senang dan
kemudian Beby tidak takut lagi terhadap papan ajaib yang diangapnya sebelum ini
adalah benda yang menakutkan , dan sejak
saat pengenalan panjang antara Beby dan Papan Tulis itu, Beby selalu
menjadikan papan ajaib itu seperti sahabat yang tak terpisahkan, kadang-kadang
papan ajaib selalu nonstop 24 jam untuk
mendengarkan cerita Beby setiap hari, tak hanya itu Papan ajaib juga
membantu Bebi ketika Beby ada masalah baik masalah pribadi maupun masalah
diluar pribadinya melalui tulisan bijaknya.
Kembali
pada hubungan Beby dengan Vino, semakin hari semakin akrab, mereka saling
memendam perasaan mereka masing-masing padahal sudah lama waktu berjalan, bagi
mereka terlalu singkat mempersiapkannya, butuh waktu lama untuk mengungkapkan
apa yang dihati mereka masing-masing, hingga suatu hari papan ajaib menampakkan
tulisannya “Beby, apa kamu ada masalah?
Kenapa wajah kamu kelihatan jelek banget hari ini?. Dengan teguran kelap
kelip lampu dari papan tulis membuat mata Beby mencari asal sumber cahaya itu ,
ternyata Papan Ajaib Beby. Bebi membacanya dan kemudian tertawa lalu menjawab “sejelek itukah aku”, Beby berbicara
dengan bahasa isyarat, wajahnya manyun kemudian melanjutkan kata-katanya “Seperti kamu tahu aku menyukai Vino, sudah
berapa lama kami berteman sampai sekarang aku belum melihat tanda-tanda dia
mengungkapkan perasaannya” Lirih Beby mengungkapkan kegelisahan hatinya.
“Beby, Bukankah Vino sudah menunjukan
tanda-tanda dia menyukaimu seperti yang kamu bicarakan padaku sebelumnya bahwa
Vino setiap hari mengajakmu bermain kemana-mana, mengantarmu pulang sekolah
setiap hari, bahkan dia sering memberikanmu bingkisan meskipun kamu tidak ulang
tahun saat itu dan juga dia selalu menghubungimu.Vino sebenarnya menyukaimu,
Cinta tak harus diungkapkan dengan kata-kata Beby”. Jelas papan tulis
menampakan tulisannya dan Beby membacanya.
“Tapi aku ingin
mendengarkannya dengan langsung , Papan ajaib” , ucap Beby dengan sendu.
“Beby, kamu semakin
jelek saja, aku yakin suatu saat nanti Vino akan mengatakannya, kamu hanya
bersabar saja menunggu, akan indah pada waktunya jika kamu tulus menunggunya”,
puitis papan ajaib itu kepada Beby.
Beby
tersenyum lega kemudian mengiyakan “aku
akan menunggu sampai kapanpun, terimakasih kamu sudah menjadi pendengar setiaku
selama ini”, ucap Beby sambil memegang papan Ajaib itu, seketika Papan
Ajaib itu bergerak sendiri kekanan kekiri.
“Ada apa dengan kamu ? Papan Ajaib” ,
Tanya Beby dengan perasaan khawatir terhadap Papan tulis.
“Aku terlalu senang
saja Beby”
Mendengar
pernyataan Papan Tulis, Beby lega “kamu membuatku khawatir “,.
Keesokkan
harinya , Beby ingin bertemu dengan Vino, namun sejak setelah pelajaran Beby
tidak melihat Vino , kemudian Beby penasaran “kemana Vino ya?” , Beby memcari
Vino diseluruh sekolah namun hasilnya nihil, lalu ada salah seorang temannya
mengatakan bahwa dia melihat Vino jalan ke atas jenjang yang dimana dipakai
untuk menuju ruangan yang tidak terpakai alias gudang.
“Ngapain Vino
digudang?” , Tanya Beby sama pemikirannya sambil menggaruk sedikit
rambutnya, lalu kemudian Beby akhirnya melihat dari jauh tampak ujung hidung
sampai kaki Vino , Vino sedang serius
membaca sesuatu mulutnya komat kamit seolah-olah berbicara dengan
seseorang, matanya Vino menari-nari dari kearah kiri keanan dengan seksama.
“Apakah mading ada juga
digudang, sampai jauh-jauh kesini, tapi Vino dengan siapa berbicara”,
bisik Beby pada hatinya, dia lunglai akibat kelelahan harus naik tangga
kelantai 4.
Setelah
dekat kearah Vino, Beby kaget rupanya Vino sedang berbicara dengan papan ajaib
persis sama dengan miliknya yang ada dikamarnya dirumah. “Bagaimana bisa papan itu ada bersamamu, Vino?” , tegur Beby kepada
Vino dengan bahasa isyaratnya.
Vino
lantas terkejut dengan kehadiran Beby, “Aku
tidak bisa menutupinya lagi”, kata Vino mengarah kepapan ajaib. Papan ajaib
itu menjawab “katakanlah rahasia
sebenarnya pada Beby, Tuan”.
“Tuan? Rahasia? maksud papan ajaib ini apa Vino ?
jelaskan padaku “ , ucap Beby sambil mengoncangkan tubuhnya Vino yang lunglai
karena rahasia akan perlahan terungkap
“Sebenarnya papan ajaib
ini milikku, pemberian mendiang nenekku yang juga tidak bisa bicara dan
mendengar sama sepertimu, kupikir kamu membutuhkan maka aku mengirimkan papan
ajaib ini dengan diam-diam kekamarmu. Meskipun Papan ajaib ini bersama kamu,
namun dia juga bersamaku setiap aku menginginkannya, dia bisa menghilang dan
muncul tiba-tiba ketika aku membutuhkannya, jadwal tengah malam itu jadwal yang
tepat bagiku untuk bisa berinteraksi dengannya, mengenai tentang kamu. Maafkan
aku Beby, aku tidak terbuka karena aku takut kehilangan kamu, Beby, aku
mengirimkannya karena aku mulai jatuh cinta padamu, maafkan aku Beby”,
Lirih Vino menjelaskan semuanya kepada Beby.
“Jadi nenekmu alien
sampai memiliki benda seperti itu Vino?”, Tanya Beby melepaskan
penasarannya.
“Bukan Beby, Alien yang
bernama Elips yang memberikan benda itu adalah kekasih nenekku dulu sejak nenek
masih gadis, karena hubungan dia dengan nenekku ditentang oleh pimpinan Alien
dengan aturan tidak boleh berhubungan dengan manusia, jika tetap berhubungan
maka hidup nenekku akan berakhir. Demi Nenek, dia meninggalkan nenek bersama
benda ini, dan akhirnya nenek menikah dengan kakekku”
Jelas Vino membicarakan mengenai siapa pemilik papan ajaib ini sebelumnya.
Kemudian
Vino melanjutkan kata-katanya “ Elips,
mantan kekasih nenekku, aku sudah mengenalnya saat nenek memberikan benda ini
ketika nenekku hidup sejak aku masih SMP dan Elips sudah mengizinkan aku
memberikan benda itu padamu karena kamu mengingatkan nya pada nenekku ,
sekarang Elips bersama kita”, jawab Vino
Tuiiiiiiing,….
cahaya kebiruan dari celah-celah papan ajaib itu keluar , cahaya itu menembus
keluar ruangan gudang tersebut, untunglah tak ada orang disana , dari cahaya
tersebut muncullah seorang kakek yang tampan nan berkharisma serta bersahaja
senyumannya,. “ Selamat siang Beby, aku
yang menciptakan benda itu agar dia bisa berguna untukmu” , sapa Kakek itu
dengan bahasa isyaratnya, bahasa isyarat yang dipelajari dari neneknya Vino..
Kemudian
Beby menitikkan air mata setelah mengingat segala yang dia lalui bersama papan
Ajaib dan Vino yang selama ini. “Selamat
Siang juga Elips, terimakasih segalanya” , jawab Beby, kemudian memeluk
Elips , namun sayangnya Elips hanya biasan cahaya yang berwujud sehingga Beby
tidak bisa memeluknya secara utuh.
“Maafkan
aku Beby, tidak apa-apa dengan semua ini karena Vino mencintai kamu dengan
tulus seperti aku, sangat mencintai Elina, Nenek Vino” , Elips mengatakan
hal itu kepada Beby kemudian dia melanjutkan kata-katanya. “Maafkan aku Beby, Vino. Aku harus pamit, jagalah papan ini”, dalam
sekejap Elips menghilang setelah
mengatakan kata “I love U Elina, Beby”
` Setelah wujud dan cahaya Elips
menghilang seketika, Papan Tulis ajaib mulai menampakkan tulisannya, kali ini
tulisan yang lebih bercahaya dua kali lipat daripada biasanya “ Hai
pasangan tanpa suara , kenapa diam? , hah sunyi sekali , aku merasa panas”,
candanya.
Vino dan Beby bersamaan membaca
tulisan papan Ajaib itu kemudian tertawa bersama.
“Beby, aku ingin mengatakan sesuatu………”,
Vino ingin mengutarakan perasaannya
“Ustttt”
Beby merapatkan jari telunjuknya tepat dibibir Vino. “Vino , aku sudah tau apa yang akan kamu ucapkan, cinta tak harus
diungkapkan kata-kata, sekarang kita sudah jadi pasangan sejak pertama aku
mendapatkan benda yang bawel itu”, ucap Beby dengan bahasa isyaratnya lalu
tersenyum manis. Vino memahami arti bahasa isyarat Beby dan kemudian Vino
memeluk Beby. Akhirnya mereka tidak
perlu lagi mengeluh pada Papan Ajaib tentang hubungan mereka karena semua sudah
terjawab.
Lalu suasana gudang yang awalnya
kelihatan kumuh berubah menjadi tempat romantis yang dipenuhi lampu-lampu
indah, sepertinya Elips merencanakannya. Papan Ajaib pun menampakkan tulisannya
dengan menyindirkan Vino “ Cinta tanpa
suara, tak terucap namun terbuktikan oleh sikap” .
Vino dan Beby yang terpana dengan
suasana itu kemudian tersenyum setelah membaca
goresan papan ajaib itu, dan sejak kejadian itu Beby dan Vino semakin
akrab, jadi seisi sekolah sudah tahu status hubungan mereka . dan Beby si gadis
Tunarungu telah sukses, Dia memenangkan lomba Kreatif Anak Bangsa antar
provinsi tingkat SMA . saat itu Beby mulai terkenal dan cita -cita Beby mempunyai butik seni telah terwujud , begitupun Vino juga mempunyai galeri bermacam model lampu lampion unik yang sudah dikenal bahkan
diminati sampai di luar negeri, Vino mendapat inspiransi dari Elips, mantan kekasih neneknya .
lalu Papan Ajaib itu selalu bersama
mereka sampai akhir :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar