Dia adalah titipan tuhan yang akan dititipkan melalui rahim seorang ibu tepat pada tanggal 27 oktober pukul 07:00 dalam keadaan prematur, bagi ayah dan ibu kehadiran ku ibarat cahaya diruangan ini yang memberi kebahagiaan. Seorang bayi yang munggil seukuran botol sostro atau lebih, mungkin bisa digendong dengan menenggadah tangan saja,
Aku dimasukkan kedalam kotak panas dan selang berisi susu ibu dimasukkan lewat hidungku seab aku saat itu tak bisa menyusui,mengenai kondisiku bahkan Dokter meragukan “apakah bayi itu mampu bertahan hidup selanjutnya”.dari sekian banyak orang yang hadir menjenguk ibu berbagi pendapat bahwa aku sebentar lagi akan mati, bagaimanakah perasaan ibu ketika mendengarnya? Tentu hatinya terluka. Ibu ngerti bahwa ukuran dan kondisi tubuhku sangat memprihatinkan makanya ibu tak bisa membantah apa yang dikatakan oleh orang yang hadir disana begitu juga keluarga mama dan papa.
Mama hanya bisa pasrah, terus me....
nangis dan selalu berharap agar aku bisa bertahan, diruang bersalin ibu selalu menatapku, air mata yang terpendam telah terkuras, ibu tak bisa memendam harapannya,setelah 2 minggu dirumah sakit ayah dan ibu sepakat membawaku pulang karena tidak ada biaya untuk meneruskan pengobatan meski Dokter tidak mengizinkan aku dibawa pulang..
nangis dan selalu berharap agar aku bisa bertahan, diruang bersalin ibu selalu menatapku, air mata yang terpendam telah terkuras, ibu tak bisa memendam harapannya,setelah 2 minggu dirumah sakit ayah dan ibu sepakat membawaku pulang karena tidak ada biaya untuk meneruskan pengobatan meski Dokter tidak mengizinkan aku dibawa pulang..
Apa yang terjadi...?rupanya tuhan mendengar do`a ibu untukku, akhirnya aku tumbuh berkembang seperti anak-anak umumya meski perkembangan ku sangat lambat.. Tuhan takkan pernah mengecewakan hamba-hambanya. Alhamdulillah kata ibu saat melihatku ceria melihat dunia.
Seiring perkembanganku Ibu baru tahu kalo aku menderita kelainan pendengaran(tunarungu) ketika aku berusia 6 bulan.kata ibu,, aku tidak menoleh ketika dibunyikan kerincingan yang baru aja dibelikan ibu di dekat telingaku. Nggak adanya reaksi membuatnya kaget banget dan langsung membawa aku ke dokter. Mama sangat khawatir karena ada sesuatu yang terjadi pada diriku Apalagi aku anak pertama Ibu. Bisa dimaklumi kekwatiran ayah dan ibu. Setelah diperiksa dokter mengatakan bahwa aku menderita kelainan pendengaran. Telinga sebelah kiriku rusak total atau tidak berfungsi, sedangkan yang kanan masih bisa berfungsi dikit.. kata-kata dokter barusan tanpa disadari telah membuat ayah dan ibu lebih terluka... tapi ayah ibu yakin bahwa inilah yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan. Akhirnya ayah dan ibu menatapku lebih dalam ketika penjalanan pulang. “ibu, sabarlah”
Keteguhan Hati ibu sangat kuat, Ibu membesarkanku dengan kasih kelembutan yang dimilikinya,Ayah dan ibu selalu mencoba mengobatiku kemana-mana, dari rumah sakit sampe ke luar kota maupun desa bahkan ke tempat perobatan tradisional telah kerap dikunjungi bahkan tidak ada hasil nya meski beberapa kali ayah dan ibu membawaku demi kesembuhan buah hatinya,
Tahukah... kehidupanku sejak kecil sangat bahagia apalagi Ibu mendaftarkanku kesekolah SD, Pertama masuk sekolah aku tersenyum ceria dan sangat bahagia, tak bisa kulukiskan betapa bahagianya aku dan samapi sekarang aku tak bisa melupakan raut wajah masa laluku.
Kesukaanku saat tk/sd adalah membaca dan mengaji kerap aku lakukan dibawah didikan ayah dan guru.guru dikelasku sangat menyayangiku, dia memberi gemesan kasih sayangnya seolah aku anak kandungnya sendiri,karena kemauan keras dan ketekunan akhirnya aku naik kelas 2,
Pada saat kelas 2 SD aku baru benar-benar menyadari kekuranganku adalah kelainan pendengaran, ejekkan teman sebelum nya kurasa adalah hal yang wajar, semakin hari semakin jelas ejekkanya membuat hatiku tercambuk oleh pedang, “hati aku perih ibu , kenapa ibu, kenapa aku susah mendengar sedangkan oranglain bisa?apakah tuhan jahat ibu?” ucapku lirik sambil menetskan mata. Ibu berkata”Anakku, kata ibu membelai rambut dan wajahku kemudian melanjutkan kata-kata nya, Apa yang diberikan Allah itu adalah
nikmat yang patut disyukuri, kekurangan kamu adalah pemberian tuhan.pemberian tuhan,pemberian tuhan kata ibu berulang-ulang.
nikmat yang patut disyukuri, kekurangan kamu adalah pemberian tuhan.pemberian tuhan,pemberian tuhan kata ibu berulang-ulang.
Aku hanya mengangap kata-kata pemberian tuhan itu sebentuk kasih sayangnya. Makanya aku tak perlu mengeluh dihadapan ibu.. hari demi hari aku selalu diolok-olok temanku yang jahil disekolah maupun ditempat taman bacaan ngaji... disekolah aku bisa memendam kesedihan sedangkan dingaji aku sulit memendamnya apalagi luka yang aku tabung telah membuat hatiku lebih perih.satu-satunya jalan keluarku adalah menangis dikelas sambil menyatukan kedua tanganku dengan wajah ketika istirahat.Tak sedikitpun rasa kasih teman-temanku kecuali guru. Kemudian Guru mengetahui kedua orangtuaku.
Keduaorangtuaku kasihan terhadapku bahkan dia mengajariku mendengar suara tapi hasilnya nihil sebab kemampuanku hanya sampai disana. Kemudian ibu memutuskan bahwa aku diobati dijakarta selama beberapa bulan. Setelah beberapa bulan dilalui aku kembali ketempat asalku di Bukittinggi. Guru tak lagi mengizini aku sekolah disana lagi bahkan mengeluarkanku dari sekolah tersebut, Ibu binggung apa salahku dan Ibu kemudian guru menyarankan agar aku sekolah disekolah Luar Biasa. Mendengar itu Ibuku tak rela aku disekolahkan disana. Aku saat itu tak mengerti apa itu SLB(sekolah Luar Biasa).. kemudian Ibu berusaha mendaftarkan aku kesekolah negeri lainnya, semangat perjuangan tak pernah padam diwajah Ibu meski beberapa kebanyakan sekolah tidak menerima aku. Berkat ketidak putus asaan ibu dalam mengahadapi panasnya sengatan matahari dan kelelahan setelah berkilo-kilo meter jalan kaki Aku hanya mengikuti pengorbanan ibu walaupun aku telah cukup lelah, Akhirnya Tuhan memberi ibu kesempatan, dan aku sekolah diSD negeri 17 walau harus mengulang dikelas 2.
Saat sekolah disana alhamdulillah semua guru dan kakak kelas lebih menyayangiku daripada guru sd lama ku, apalagi teman-temanku yang menyadari kekuranganku semakin memberiku semangat hingga aku naik kls 3, pernah aku difitnah karena meninju perut teman sekelasku, maka sebagian teman –temanku menuduhku secara gak baik bahkan membentakku dan mengagapku pembohong, gara-gara itu aku menangis karena difitnah secara kejam, hatiku rapuh saat itu. Karena kelasku bersebelahan dengan kakak kelas,kakak kelasku mendengar isakkan tangisku kemudian menghampiriku untuk mengetahui apa yang terjadi, “Masya Allah kata kakakku melihat wajahku dipenuhi air mata” ada apa adek sayang? Kemudian aku menjelaskan sebenarnya, akibatnya kakak marah dan membentak kepada seisi kelas termasuk teman-temanku kemudian mengatakan bahwa aku tak pantas dibuat terluka. “kemudian kakak mengancam dengan tegas ”siapa yang menjahatinnya bakal aku hajar habis-habisan” stelah itu kakak memukul meja keras-keras yang membuat seisi kelas ketakutan dan meminta yang memfitnah aku untuk minta maaf, gara-gara ketakutan akhirnya dia ngaku bahwa dia memang memfitnah aku.,maklum kakak kelas tomboy habis...
Gara-gara kejadian itu aku menjadi ringan karena ada kakak kelas yang melindungiku. Dan teman-teman mulai merasa hak enak hati bahwa telah membuatku terluka beberapa hari lalu, karena sifat pemaaf tuhan yang diberikannya padaku membuat teman-temanku mulai aktif bermain denganku..
Tak beberapalama kemudian aku dihadirkan berita buruk yang menyedihkan bahwa kata kepsek aku tak bisa disekolahkan lagi disini dan juga menyarankan disekolah SLB, tentu hati ibu sedi begitu juga aku harus berpisah dengan teman teman baikku, guru dan teman-teman sekolahku sangat berat melepaskan aku berpisahSelamat jalan Malaikatku.
Demi masa depan akhirnya Ibu membawaku ketempat Sekolah Luar Biasa meski langkahnya berat tapi ibu harus meringankannya demi aku, Didepan sekolah SLB aku membaca tulisan Papan yang bertulisan Sekolah Luar Biasa bagian A,B,C dan D, aku mentap heran apa artinya bagian A,B,C dan D. Aku pikir dan merasa untuk belajar membaca, aku menarik baju ibu untuk segera pulang bahwa aku tak perlu sekolah disana karena aku sudah bisa membaca, namun ibu terus membawaku kedalam, apa yang kulihat terasa aneh? Seumur sebelumnya belum pernah kulihat teman-teman yang ada disekolah ini jauh lebih beda daripada teman-teman normalku, mereka berbicara dengan temannya pakai gerakkan tangan. Aku perhatiin seksama semakin binggung aku dibuatnya, aku bilang dengan ibu”Ibu, ini sekolah apa? Kenapa orang disana gerak-gerak tangan?apakah ini tempat sekolah orang gila?” Ustttt sayangku. Mereka tak bisa bicara makanya bahasa tangan dijadikan komunikasi. Beruntung kamu nak”kamu bisa berbicara sedikit” itulah pemberian tuhan,tuhan sayang ma kita”kata-kata ibu mengingatkan masa lalu ketika ibu mengajariku berbicara meski terbata-bata ibu selalu memompakan semangatku, ku terus berjalan aku lihat seorang laki-laki yang tak bisa melihat meraba huruf braille nya,kemudian orang yang cacat kaki,tangan dan autis,, hatiku tersentuh melihatnya,,, walaupun susah senyumannya terpancar diwajahnya seakan mengucapkan selamat datang sahabat baruku”
Pertama aku sekolah disana aku disambut ramah dan kmdian berkenalan dengan semua guru juga teman-temanku yang tidah bisa bicara sambil mengucapkan selamat datang kesekolah baru dengan gerak gerik tangannya, aku baru tahu dari guru sebab aku tidak ngerti bahasa isyaratnya. Lambat laun aku selalu berteman dengan teman baruku akhirnya kau sudah bisa berkomunikasi dengan mereka melalui bahasa isyarat, Hari kulalui demi hari aku rasakan kelebihan teman-temanku” sekarang aku yakin bahwa dibalik kekurangan ada kelebihan” aku salut dengan semua ini yang telah ku dapati dari teman-temanku.aku telah menemukan banyak pengalaman dari teman- temanku
Meski diluar sana aku lihat semua orang tertawa,berbicara, mengobrol dengan enak-enaknya tapi bagiku temanku saat inilah yang paling indah tuk dimiliki dan disayangi.. aku begitu menyayangi mereka makanya aku dibesarkan dengan sifat penyayang.dari sifat penyayang dan pengalaman aku dah bisa menasihati teman-temanku yang lebih tua daripadaku bahkan memberi contohan yang baik meski mereka noramal.
Disekolah itu aku telah mengikuti lomba termasuk mengarang, modelling, tenis meja dan meraih juara satu dalam lomba modelling dan mengarang sampai kejogja tapi gak samapi keluar negeri sebab kemampuanku hanya sampai disitu. Kisah itu terus berlanjut sampai kelulusan SMPLB.
Aku ingin mencoba sekolah di SMA UMUM, ibu awalnya takut masa lalu terulang lagi”kemudian aku berjanji pada ibu,Ibu jika ada orang mengejekku aku gak akan cengeng kayak dulu bu”karena keseriusan janji itu akhirnya Ibu memenuhinya dan menyarankan di SMK swasta saja. Aku memangut-mangut tanda setuju. Berkat kemurahan hati kepsek SMK PEMBINA BANGSA aku sugah bisa sekolah tanpa melalui tes...Alhamdulillah.
Seluruh kelebihan termasuk senyum yang aku milki telah kucurahkan pada selluruh teman-temanku, sapaan ramah yang membuat mereka simpati telah aku dapati, aku senang bisa sekolah disini serta berhasil mengambil simpati teman-teman untuk mengajakku akrab, apalagi pada saat itu masa MOS.(masa orientasi sekolah) karena senyumanku,keramahanku telah membuat si Pencinta peterpan jatuh cinta padaku berinsial D dan seorang kalem tak punya nyali wat ungkapin cinta juga jatuh cinta.. yang aku suka darinya adlah saat dia menyanyikan lagu favoritku pada acara MOS, hari demi hari aku lalui si D mulai meminta nomor Hpku dan aku berikan padanya tanpa menanyakan nama sebab aku dah tahu namanya yang terselip dipakaiannya. Sms itu Cuma pertemanan saja. Disekolah aku juga punya teman dekat sepermain denganku sebut saja L, pertama dia membuka cerita curhatnya padaku, tak kuduga dia menyukai D bahkan cintamati sama D. Bersamaan D menyatakan cinta padaku, L udah menceritakan tentang perasaanya terhadap D.L gak tau bahwa aku sama D sering sms an.Aku sebagai sahabatnya harus melepaskan D demi kebahagiaan L. Namun D tidak mau pacaran dengan L karena dia telah membenci L akibat sikapnya yang terlalu egois.dengan berbagai cara aku menjelaskan bahwa L bakal berubah, tapi D tetap bersikeras menolaknya. Akhirnya D mengirim lirik lagu saat terakhir tentang berakhirnya suatu pertemanan.
Awalnya aku tahu rasanya bagaimana kehilangan seseorang demi sahabat dan penesalan terus melekat.. tapi sudahlah masa lalu tak perlu dibahas, dia hanya bagian masa lalu yang tak bisa dimiliki. Tentang seorang kalem sampai sekarang dia blum mengungkapkannya meski sering diajak ketemuan untu membicarakan sesuatu,,, apa yang terjadi. Dia Cuma bilang gak jadi decht....
Sampai saat ini aku sering dijadikan tempat curhat oleh teman-temanku, dan aku bangga menjadi diriku karena telah bisa mengatasi masalah secara dewasa. Ayah ibu aku dah besar tersenytum, pasti. Mengenai kisah-kisahku “aku ingin tetap menjadi terbaik bahkan lebih terbaik laghi
Tapi yang paling sedih bagiku adalah melihat mereka asyik ngobrol,telpon-telponan, berbagi tawa dan canda, aku hanya bisa tersenyum meski hatiku perih, jawaban terakir dalam bibirku aku ingin seperti mereka
Dan aku juga berharap semua adalah akhir yang indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar